Senin, 10 Februari 2014
Dosen Ngareeet
Sudah hampir 1 setengah jam duduk manis menuggu, berteman sebuah laptop dengan daya batrai yang hampir setengahnya terpakai. Tunggu punya tunggu, Dering hape tak juga berbunyi, menunggu kabar dari seorang yang paling dinanti, seorang yang telah membuat janji, mengambil satu hari jatah libur dalam seminggu.
Kebosanan mulai datang, saat web Id sudah 2 kali meminta untuk register ulang. Kedua bola mata masih saling curi pandang menatap layar hape yang masih juga sunyi membisu.
Aaaaaah, kurang ajar, bisik setan dari barat , mencoba untuk menghasut, agar lidah melontarkan kalimat kutukan, untuk orang yang paling dinanti tadi...
Ibarat couple yang sedang menjalin kasih, aku dan rekan rekan berusaha untuk hadir tepat waktu hari ini, sebab janji dengan seorang yang dinanti tadi, sangat lah penting.
Pantat mulai jenuh, menumpu beban raga yang hampir 70 Kilo, ditambah kapasitas laptop prodak korea yang cukup membuat paha kebas karna terlalu lama memangkunya. Alhasil, jari ini mengambil alih untuk memberanikan diri membelai mesra layar hape, untuk sekedar membuat panggilan telpon pada orang yang dinanti tadi.
Jempol sudah sibuk membelai layar hape dengan penuh kasih sayang, intuisi mulai aktif, merangkai kata untuk mmbantu lidah menanyakan kabar orang yang dinanti tadi.
Kriiiing kriiiiiing,, eh salaaah, tuuuuut tuuuuut, terdengar oleh daun telinga kanan pertanda nomor orang yang dinanti tadi aktif. dan tak berap lama, panggilan mulai terhubung.
"Haloo Pak "
Iya, haloooo"
"Pak, kita masuk jam brapa ini ?"
Hahaha sepuluh empat lima di, " ( dengan nada tanpa dosa )
"10,45 pak ? " kami sudah menunggu sejak setengah sembilan pak "
Haha, Bapak kena macet di "
Oke lah pak, jadi kita praktek aja ni ? "
Iya di, bentar lagi bapak sampai"
Iya pak" Hati2 ya "( Modus alibi menutupi kemarahan ")
Sekilas diatas obrolan pada orang yang dinanti tadi, Bayangkan saja, dosen ngaret seenak jidat sampe 2 jam begitu kita mahasiswa masih harus bersikap manis :'( nyaris sekali nasib kami hahahah
Yaaah, sabar sabar aja... merintis masa depan yang lebih baik.
Kamis, 06 Februari 2014
Bila Sang Surya Tak Lagi Bersinar
Bissmillah....
Ketika mentari padam sinarnya..
Dan rembulanpun hilang cahaya
Segala nafas akan segera di hentikan
Tiada lagi kata yang terucap..
Hanya ketakutan , yang menghiasi jiwa
Rasa kesombongan yang pernah ada
Redup oleh kenyataan di depan mata
Hanya tinggal berharap...
Tuhan masih memberi maaf..
Agar diri tak jatuh kedalam siksaan
Tetapi segalanya telah terlambat..
Karena nafas telah terputus..
Terputus pula pintu maaf ,
Seperti yang telah di kabarkan
Ayat ayat para utusan
Tak pernahkah engkau mendengar ?
Bahwa dunia hanyalah tempat mencari bekal ,
Untuk kehidupan yang abadi sesudahnya
Ataukah memang kau telah terbutakan..?
Keindahan dunia yang sangat memabukkan
Sehingga lupa diri , lupa tujuan...?
Sungguh sungguh sangat menyedihkan
Berakhir dalam siksaan yang kekal
Sebelum nafas terakhir di tenggorokan..
Mulailah berbenah diri ,
mencari bekal tujuan...
Agar... bila sampai , saat yang terjanjikan...
Mampu tersenyum menyambut keabadian .
Langganan:
Postingan (Atom)