Selasa, 22 April 2014

Less you care, the less you get hurt

Bismillah..

Ya, allah, Aku berlindung kepada-Mu daripada kegundahan dan kesedihan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil, daripada kesempitan hutang dan penindasan orang....

Ada segumpal daging diraga kita, yang apabila baik daging tersebut, maka baiklah seluruh raga kita. daging itu adalah "Hati"

Hati.. sebuah kata yang mewakili berjuta makna, sebuah kata yang mampu mendriskripsikan suasana dan prilaku seseorang.

Allah memberikan Hati kepada kita manusia, agar kita dapat merasakan betapa indahnya menjadi manusia. dengan adanya Hati (Perasaan) kita mampu menghargai orang lain, kita mampu merasakan indahnya bahkan kelamnya hari hari yang kita lalui.

tetapi, dibalik rasa semua itu, hati (Perasaan), seringkali merasa tersakiti, oleh hal hal yang mungkin tak bisa disangka sangka.
Seperti judul dari entri kali ini, " Less you care, the less you get hurt". yang maknanya semakin kita tidak perduli, maka kita juga akan sangat kecil merasakan sakit hati".

Adakalanya, kita merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuat kita merasa lebih hidup. Yaitu kasih sayang...

Kasih sayang yang kita miliki tak hanya kita berikan pada kekasih atau orang yang yang kita cintai saja. bisa saja perasaan sayang itu kita luahkan kepada Keluarga kita, yaaa pada ayah ibu kita, adik dan kakak kita, bahkan pada orang terdekat seperti sahabat .

Kita tidak meminta rasa tersebut, tetapi perasaan yang kita miliki terhadap seseorang merupakan bentuk keakrapan yang sudah sangat melekat, sehingga muncullah rasa sayang tersebut. tetapi sering kali, dikarnakan kita terlalu perduli terhadap seseorang, menjadikan diri kita sendiri yang merasakan sakit.  Kita perhatian kepadanya, tetapi ia tak menghiraukannya, kita menasehatinyaa. tetapi ia acuh, terakhir kita sendiri yang akan merasakan sakit hati.

Tak bisa dipungkiri lagi, rasa sakit hati itu sangat menyiksa , perasaan menusuk hati, nyesek dan sperti tak diharapkan. tetapi tak semua orang yang menghargai dan mengetahui jikal kita sedang merasakan sakit tersebut. Yang ada hanya perasaan terpuruk.

Kembali lagi ke judul entri. dan mungkiin bisa menjadi pelajaran bagi kita. mulai saat ini, kurangilah rasa sayang kita terhadap seseorang, bukan berrati kita terus tak perduli lagi kepadanya. hanya saja. kurangi tingkat perhatian kita kepadanya. InsyaAllah kita akan mulai merasakan, betapa indahnya hidup tanpa sakit hati.

Memang sulit untuk melakukannya, dikarnakan kita sudah terbiasa mencurahkan isi perasaan kita kepada orang tersebut, tetapi itulah cara yang terbaik untuk menghindari sakit hati tersebut.

Dan saat ini aku mulai perlahan untuk tidak terlalu sayang dan perhatian kepada Sahabatku, perlahan lahan. karna sakit sekali saat mengetahui perhatian kita tak dihargai. tapi bukan berarti aku tidak sayang padanya. aku sangat sayang. tapi inilah yang terbaik untuk ku dan hati ku

Rabu, 16 April 2014

Aku Rapuh, dan terbuang

Assalamau’alaikum warahmatullah…








Ya Allah..
Jikalau tiada jarak yang memisahkan diantara kau dan aku, 
ingin rasanya aku bertemu, bertatap muka dan mengadu seluruh keluh kesah ku.
Hanya Kau yang Maha Mengetahui hati ini…
Aku tidak tahu…
Adakah aku ditipu oleh dunia fana ini…
Biarpun sebanyak mana hatiku menukil madah,
Tidak akan sesekali habis kalimahMu..
Tetap penuh biarpun ditambah gandaan segenap alam…

Aku keliru memilih panduan hidupku sendiri…
Tlah berulang kali aku mencoba berlari, meninggalkan setan yang telah lama menjadi raja di raga ini.
Kenapa sejak akhir-akhir ini aku menjadi semakin buntu…fikiranku bercelaru…aku rasa kehilangan identitas diriku sendiri…
Tak bisa lagi ku mengenali, siapa yang telah merubah ku kini.
Ya Allah aku semakin tewas dengan dunia ini…
terhanyut dalam buaian kenikmatan yang dihidangkan oleh pelayan pelayan neraka mu.
Aku larut dalam mimpi yang mengangkatku tinggi seakan hendak terbang menembus awan.

Aku tidak dapat membedakan yang manakah yang fardhu dan manakh yang harus
Ya Allah manusia tidak mampu memahami diriku…
Hanya Engkau sahaja…
sebab engkau lah yang telah meniupkan ruh kedalam raga ku. memberikan izin untuk ku bernafas.
Ya Allah, aku pasrah…tetapi aku tidak mau tewas pada kelemahanku diriku sendiri…aku memerlukan ilham daripadaMu…
Hatiku membutuhkan sesuatu ya Allah…
Diriku membutuhkan sentuhan mu, Pelukan mu, dan kasih sayang mu.
aku memerlukan ketenangan yang tidak bisa aku peroleh melainkan hanya dengan bersendirian denganMu..
biar apapun yang berlaku, aku masih memerlukan diriMu…

Aku hanyalah hamba mu, laksana musafir yang terombang ambing dilautan pasir.
berharap turun nya hujan membasahi diri. menghanyutkan dahaga yang menyiksa tenggorokkan.
aku sangat memerlukan Engkau ya Allah, lebih daripada sebagai hamba…
sebagai kekasih ya Allah…
aku tidak mampu mengarunginya seorang diri ya Allah…
aku sadar kelemahan, kekhilafan dan kesalahan yang telah kulakukan selama ini..
semua itu membuatku semakin kecil dan kecil dihadapan mu..
Namun apa daya ku, Aku lemah dan tak mampu bertahan. 


Yaa Rabbi...
 kenapa aku gagal menjauhinya ya Allah..
Biarpun sejuta manusia menawarkan diri untuk menolongku atau seumur hidup aku mengadu pada manusia, tidak ada yang dapat membantuku sehebat kuasaMu..
Aku tidak mengerti akan diriku…
Tenggelam punca dalam kesibukan dunia..
Ah, dunia yang fana ini lagi !!
Sukar diriku lari daripada kenyataan..

Ya Allah aku sudah tenggelam punca..
Aku kehilangan arah tuju..
Namun aku akan tetap berusaha mencari cahaya itu..
Cahaya yang Engkau janjikan buat hamba-hambaMu yang beriman…
Namun kudambakan lebih dari itu…
Aku mau menjadi seseorang yang bertaqwa di sisiMu…
Meskipun aku tahu hakekat kehambaan ini…
Aku tidak akan berputus asa untuk mendapatkan cintaMu..
Karena aku tahu sesungguhnya Engkau Maha Penyayang..
Dan setiap ibadahku pasti bermula dengan kalimahMu..
Wahai Rabb yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih…
Aku dahagakan cintaMu ya Allah…
Aku sanggup merengkuh segalanya demi Engkau Tuhan yang Maha Esa…
Engkau bukan permata…
Bukan juga mutiara…
Tetapi Engkaulah yang maha pemilik segala…
Sang pemilik cahaya didalam kegelapan.
Sang penuntun jalan didalam kegundahan.

Engkaulah yang memegang hati-hati ini…
Hati ini menangis kala malam berlabuh…
Hati yang meronta karena terlalu merinduimu…
Hati yang tidak sanggup berjauhan denganMu walau sedetik…, jiwa sekental Bilal bin Rabbah…
Hati ini serasa keseorangan apabila keramaian…
Hati ini baru mengerti maksud Mahabbah kepadaMu…
Hati mahu tiap denyut nadinya hanyalah untukMu…
Setiap titis darah yang mengalir dalam pembuluh, setia menyebut namaMu….
Berusaha untuk tidak mengingkari nikmatMu…
Ya Allah aku mengharapkan cinta semulia Nabi Muhammad, kasih yang tidak berbelah bagi al-khalil Ibrahim, sifat pengasihani Siti Khadijah, rindu sesetia Rabiatul Adawiyah,
Sabar secekal Fatimah, yakin sesuci Asiah, iman seteguh Sumayyah,
Jiwa sekental Bilal bin Rabbah..

Aku benar-benar telah jatuh cinta…
Aku cintakanMu ya Allah..
Jangan Engkaun padamkan api kecintaanku terhadapMu ya Allah…
Malah ku pohon agar Engkau semarakkannya dengan kasihMu dan nurMu…
Aku memerlukanMu dalam tiap detik hidupku…
Aku senantiasa berkehendak kepada cintaMu, rahmatMu dan petunjukMu…
Insyaallah…
Bimbinglah daku selalu ya Allah :(