Bissmillah....
Terlahir dari Poor Family membuat saya tidak bisa terlalu menuntut banyak pada orang tua, Bapak yang hanya seorang buruh dengan Salary yang tidak begitu besar dan ibu yang merangkap pekerjaan rumah tangga sambil berjualan, membuat saya sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana. Saya anak ke 7 dari 9 bersaudara ( cuupcupcup ) dan merupakan anak laki laki paling kecil dikeluarga ini , sejak masih duduk dibangku sekolah pertama, saya sudah terbisa untuk tidak meminta terlalu banyak pada orang tua. Bila saya menginginkan sesuatu untuk dibeli saya akan berfikir 2 kali untuk meminta pada mamak.
Lantas, dari mana saya mendapatkan uang?, Alhamdullilah Allah Swt memberikan jalan yang baik pada saya, sejak masih SMP saya sudah terbiasa untuk memanfaatkan segala keadaan untuk mendapatkan uang (eittt,ini keadaan baik, HALAL ) seperti contoh, saat saya smp hanya diberikan uang saku sebesar Rp.3000. dan itu saya gunakan Rp.2000 untuk ongkos transportasi dan Rp.1000 untuk jajan. Sungguh tragis, dima saat itu teman teman yang lain mendapatkan 2 bahkan 3 kali lipat dari saya hanya untuk jajan.Hal itu membuat saya tidak putus semangat untuk belajar. Dari situ saya berusaha bagaimana agar saya bisa mendapatkan uang lebih agar bisa merasakan asiknya nongkrong dikantin. Saat itu harga untuk semangkuk Mie sop Rp.2500. ( kasihan ) sementara saya hanya mempunyai Rp.1000. Untuk itu saya berfikir, bagaimana caranya agar saya bisa membelinya.
Memang benar apa kata orang, "Banyak jajan bisa bodoh" itulah yang terjadi pada teman teman saya kala itu, bukan bodoh sih, tapi Malas.. Mereka tidak terlalu memfokuskan pelajaran, nah disitu mulai muncul peluang bagi saya untuk memanfaat keadaan. Berbekal ilmu yang saya pelajari disekolah, setiap ada tugas atau latihan yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru, saya berusaha agar bisa menyelesaikannya dengan cepat dan benar. Tentu ada tujuannya, selain untuk mendapatkan nilai yang baik, saya juga ingin mengobjekkan hasil latihan tersebut kepada teman teman saya. Dengan nada seorang pedagang saya berbisik pada teman teman yang duduk disekitar bangku saya. " Hey, sudah siap belum?? kalau belum nih liat punya ku,.. Tapi harus bayar Rp.1000. " (Aksi pertama ha ha ha ) . Tidak fikir panjang sikawan langsung mengangguk dan memberikan Selembar Uang seribu pada saya. Alhamdulillah fikir ku.
Lambat laun semua teman satu kelas mengetahui akan hal itu, dan mereka mulai bergantung pada saya akan semua tugas yang diberikan. Bayangkan saja, saat itu ada sekitar 32 murid dikelas ku. dan jika 25 orang saja menyontek pada ku, wah bisa kaya mendadak (hihihihih). waktu terus berlalu, hari hari saya bisa mendapatkan uang 10 kali lipat dari uang saku yang diberikan mamak. Semua keinginan saya untuk membeli perlengkapan sekolah terpenuhi, Sepatu, baju, tas bahkan pada saat itu saya juga sudah bisa membelikan mamak saya emas 2 gram, alhamdulliah ya Allah, senang sekali saat itu.
Perjalanan bisnis ini tidak berjalan mulus, seorang guru yang mengetahui akan hal itu mencoba mengingatkan saya, " Nak, Bapak tahu apa yang kamu lakukan, sifatnya positif untuk kamu, tetapi negatif untuk teman teman. jangan biarkan teman teman mu terbiasa santai" itu adalah pesan yang sangat saya ingat sampai saat ini. Bahkan saya sempat dipanggil kepala sekolah, Alm. Bapak Burhan. ia menanyakan akan hal itu, dan saya mengakuinya. ia hanya berpesan seperti ini " Lakukan apa yang bisa membuat mu bahagia tetapi jangan biarkan teman mu menderita, selagi masih dalam batas wajar, Bapak perbolehkan" Ya Allah hati ku lega mendengarnya.
Sejak saat smp saya sudah bisa membeli barang keperluan sendiri, sampai sampai saya dijuluki oleh teman wanita saya, Ayu dengan julukan . MR. GOPEK ( ha ha ha , terima kasih Ayu ) dan kebiasaan mengobjekkan ini berlanjut hingga saya duduk dibangku SMK. tetapi tidak seperti di smp dulu, dismk ini lebih mengutamakan solidaritas sesama teman seperjuangan, jadi saya tidak bisa meminta bayaran kepada teman yang mencontek :( ( kasihan loe ian ). tetapi saya tidak putus asa, saya mencari peluang lain untuk mendapatkan uang yang halal. Alhamdullah Allah telah mengatur segalanya, sejak kelas 1 smk saya ditempatkan dikelas yang tidak terlalu menonjol, rata rata teman saya lebih gemar bermain dari pada belajar. oleh sebab itu saat ujian datang, banyak dari mereka yang Remedial. dan saat itu Guru guru memberikan tugas pada siswa yang gagal dengan membuat kliping dengan judul sesuai mata pelajaran.
Nah muncul lagi ide cemerlang ini, dengan kemampuan mengoperasikan komputer yang lumayan, saya bisa mengobjekkan ilmu saya itu. Saya menawarkan jasa untuk mengerjakan semua tugas kliping mereka mereka yang remedial, dengan upah tentunya ( ha ha ha ). Dan tentu saja mereka mau, dan alhamdllah juga saya mempunyai seorang ibu angkat yang memiliki fasilitas lengkap untuk belajar dirumahnya (salah satunya komputer ), saya sering tidur dirumahnya untuk mengerjakan tugas tugas teman. tentunya tidak harus bayar, semuanya gratis, bahkan komputernya seperti milik saya sendiri, sesuka hati saya mengeprint tugas. Ibu angkat saya sangat baik, kebetulan anak nya yang laki laki sebaya dan sekelas dengan saya, bila saya tidur dirumahnya, saya diberikan uang saku yang sama banyaknya dengan anak nya. Ia sungguh baik hati. bahkan dalam seminggu, saya bisa sampai 5 atau 6 hari tidur dirumahnya ( ke enakkan yah haha ).
Biaya untuk membuat satu kliping berkisar Rp.15.000 s/d Rp.20.000. dan saya hanya perlu mengeluarkan Rp.5000 saja untuk membelikan gorengan kepada ibu angkat saya ( uang aman haha ). dan bila ada 5 orang saja yang saya kerjakan tugasnya, bayangkan berapa keuntungan yang saya dapat. Indahnya hidup ini fikir ku.. Terus berlanjut sampai saya tamat sekolah, tanpa halangan :D
Dan sekarang saya sudah duduk di bangku perguruan tinggi, tentu semua harus saya tinggalkan. Karna tidak mungkin kesempatan itu datang lagi, secara semua mahasiswa memperjuangkan nasibnya masing masing..... Bersambung.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar