Saat alarm berbunyi
Aku terbangun dari mimpi
Melihat dunia di usia 21 Tahun yang kini ku jalani
Sejenak ku hela napas tuk rasakan aromanya
Aroma segar walau tanpa mentari pancarkan sinarnya
Berhias burung nyanyikan lagu bahagia
Tanpa terasa t’lah ku jalani hidup 21 tahun lamanya
Hidup yang telah ku habis kan dengan penuh kenikmatan dari Sang Pemilik Alam Raya
Hidup yang hanya ku jalani dengan dosa
Tanpa setetes amal pun menghapusnya...
Pernah aku bertanya dalam benak ku
Apakah diri ini, pernah menjadi lentera yang menerangi kegelapan ?
Apakah tangan ini, pernah menjadi penyanggah kesulitan ?
dan apakah, Diri ini pernah memberikan hangatnys sang fajar bagi sesama ?
Tak banyak perubahan yang ku alami diusiaku ini,
Aku masih lah seperti dulu,
Manusia yang penuh kekurangan, diambang kesombongan....
yang mudah goyah akan rayuuuan.
Sempat aku bertanya kepadaNya, walau aku tak layak melakukannya :'(
Jika 21 tahun berlalu hanya berhiaskan dosa, Apakah kedua kaki ini layak berdiri di bumi mu Tuhan ?
Jika 21 tahun berlalu hanya berhiasan kebodohan, Apakah aku masih layak menikmati segala rahmatmu?
Hati meronta inginkan perubahan, namun sikap menahan dengan tegas.
Jiwa bersihkeras ingin lepas dari sifat menunda, tetapi raga terikat kuat pada tiang kemalasan.
Fikiran berusaha untuk terus mengingatNya, namun lidah kelu untuk selalu bertasbih padaNya.
Kembali jiwa ini seolah mengajukan pertanyaan...
Apakah aku akan bertahan dengan semua ini ?
di usia yang telah menginjak 21 tahun ini,
Apakah engkau ingin selalu tunduk akan rasa nikmat yang dibawa oleh angan angan ?
dengan semua kenikmatan yang mudah untuk dilupakan.
Bukankah diri ini merindukan senyuman Tuhan ?
Bukankah jiwa ini menginginkan kasih sayang Tuhan ?
lantas kenapa keduanya sulit untuk bersatu ?
mengokohkan pendirian untuk terus istiqomah berdiri tegak diatas sajadah yang mengarah kiblat ?
lantas kenapa lidah terasa berat untuk selalu bertasbih padaNya?
Gejolak diri seakan seperti pendemo yang menginginkan runtuhnya kepemimpinan lama..
Gelombang hasutan terus mengalir dalam setiap tetes darah, untuk terus mengingatNya.
Namun urat dan sendi masih menjadi penghalang untuk mencapai akses yang diinginkan...
diusia 21 tahun ini.. tindakan apa yang akan KAU lakukan, Wahai Pemimpin raga yang terikat.
di usia 21 tahun ini, apakah KAU akan selalu bersikap santai dengan semua rasa nikmat akan angan angan itu ?
Apakah kau tak ingin melepaskan tambang yang sudah lama menjerat diri mu ?
memberikan luka yang sulit untuk sembuh.
Ya allah ya Tuhan ku...
Tidak ada satu pun nikmat mu yang aku dustakan, namun izinkan aku untuk dapat menguasai diri ini,
Menjadi pemimpin untuk setiap anggota badan ini.
agar dapat ku arahkan haluan layar kokoh kejalan mu..terus terbentang hingga aku kelak menghadapmu..
Ya allah ya Tuhan ku..
Aku menginginkan kasih sayang yang pernah kau berikan pada setiap wali wali mu..
Aku menginginkan setiap rahmat yang pernah kau berikan kepada kekasih mu
aku juga menginginkan tempat khusus disamping mu..
bantu aku untuk terus kuat mengarahkan kepala ini sujud kehadapan mu Tuhaan..
bantu aku menguasai lidah ini, agar tak lelah bertasbih pada mu..
Ya allah ya Tuhan ku..
Izinkan aku untuk merasa lebih dekat dengan mu. Karna disetiap doa ku... penyesalan ini tiada akhir...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar