Selasa, 11 Desember 2012

Ajari aku Menjadi Dewasa Tuhan



      Mudah untuk menyebutkan kata " DEWASA" tapi begitu sulit jalan yang harus ditempuh untuk mengarunginya. bagai jalan setapak yang penuh lumpur dan bebatuan terjal, mencoba melaluinya dengan kaki yang bertelanjangkan alas :( . Tiap Tiap kita dituntut untuk mampu menjadi manusia yang dewasa seutuhnya, mampu menjalaninya walau dengan upaya sekuat tenaga. Pastinya kita sering mendengar advice dari teman yang mengatakan " Belajar lah dewasa " Yah, kalimat yang mudah terlontar dari mulut, tapi sangat membebani fisik , hati dan fikiran untuk dapat mengimplementasikannya dikehidupan. Banyak sifat dan tindakan yang dituntut oleh "Kedewasaan " itu sendiri.

    Dari artikel yang ku baca di salah satu blog langganan ku, menyebutkan bahwa tingkat kedewasaan seseorang dapat diukur dari cara orang tersebut menangani masalah, Cara nya menanggapi musuh, dan caranya bersosialisasi dikehidupannya Sehari hari. hanya satu kata yang sampai saat ini terselip di fikiran ku  " SULIT"  yah, tentu sulit untuk menjadi manusia dewasa yang benar benar mampu menguasai semua sifat sifat teladan itu. Kita atau aku saja sebagai contoh, Seorang anak lelaki yang sedang berusaha untuk melintas dari jenjang Remaja ke dewasa, berusaha sekuat tenaga untuk merubah segala sifat sifat yang selama ini ku ayomi dari masa remaja ku, sungguh sangat sulit untuk dapat membuangnya.


   Kerap kali sifat ke kanak kanakan ku muncul, aku sudah berupaya untuk terus melakukan perubahan, baik itu sifat, cara berpenampilan dan etika berbahasa ku, walau hampir semua sifat buruk itu mampu ku rubah, tetapi tak semua bisa berjalan sesuai keinginan kita, aku telah berusaha untuk membuang sifat egois ku, sifat pemarah ku, memcoba memaafkan, mencoba untuk dapat menerima kenyataan. tapi dari sekian sifat yang aku miliki, ada hal yang sangat sulit untuk dilbuang, yaitu mudah tersinggung dan mudah merajok ( kek anak anak ) yah itu ku akui  masih melekat pada diri ku, walau sekuat tenaga telah q usahakan, tetapi sulit untuk membuangnya. Aku juga mengetahui, bahwa masih banyak teman teman diluar sana yang tidak menyukai sifat buruk ku ini.... tetapi teman, percayalah,, aku sangat berusaha untuk dapat menghapus sifat itu dari diri ini. aku minta kalian mengerti dengan keadaan ku, butuh waktu untuk dapat merubahnya. Aku bukan mie instan yang dapat siap saji bahkan dalam waktu 5 menit. Aku ini manusia biasa, yang memiliki sejuta kekurangan, semua itu tak mudah untuk membuangnya.
   Mudah saja untuk  nge blame keburukan seseorang, tetapi cobalah kalian berfikir betapa sulitnya untuk menjadi manusia yang disenangi banyak orang. Kita manusia tak ada yang memiliki kesempurnaan, manusia ialah liang kekurangan dan kemunafikan, tetapi dengan usaha dan kerja keras, kita mampu untuk mendekati tingkat kesempurnaan itu, dengan syarat , Waktu .. Biarkan waktu yang menjawabnya.
  Karna kita tidak mengetahui , pengorbanan apa yang dilakukan seseorang untuk dapat menjadi pribadi yang dewasa. begitu keras perjuangannya.
Untuk itu,, Please, Dont judge me from my cover, learn me page by page, then you will know exactly who I am . Salam Persahabatan :D

2 komentar: